Hai semua, gimana kabarnya?

Di postingan blog aku kali ini aku mau share mengenai salah satu eyeliner baru yang ada di pasaran, yaitu Silky Girl Perfect Sharp Matte Eyeliner. Ini adalah eyeliner spidol baru keluarannya Silky Girl, kalau sebelumnya Silky Girl hanya merilis eyeliner gel, eyeliner pencil, dan liquid eyeliner saja.

Aku beli eyeliner ini di Lazada, karena ketika awal release, sulit sekali mencarinya di outlet. Di Lazada sendiri ada 2 jenis eyeliner serupa, yang satu berwarna pink dan satunya lagi yang warna kuning. Aku sendiri awalnya bingung apa perbedaannya, namun karena Silky Girl tampaknya mempromosikan eyeliner dengan tutup kuning di Instagram-nya, maka aku akhirnya memutuskan untuk membeli yang berwarna kuning. Setelah mencari beberapa informasi di internet, sepertinya eyeliner dengan tutup pink hasilnya lebih glossy, sedangkan yang kuning lebih matte. Aku juga sempat lihat bentuk pensilnya agak beda dan lebih tajam yang eyeliner dengan tutup kuning.

Klaim dari eyeliner ini yang ada di Instagram Silky Girl adalah hasilnya matte, smudgeproof, tahan lama, cepat kering setelah diaplikasikan, dan transferproof. Eyeliner ini juga fragrance free jadi aman buat kamu yang matanya sensitif.

Pas aku cobain emang sih kuasnya enak banget, gak kalah sama eyeliner-nya Maybelline yang harganya hampir 2x lipatnya. Btw, eyeliner Silky Girl ini harganya Rp52.000,00 aja lho. Kuasnya yang tipis dan tajam beneran enak banget buat bikin garis rapi di atas mata. Hasilnya juga langsung matte gitu dan kalau digosok-gosok pelan gak ilang ataupun smudge. Gila banget. Tetapi, yang agak unik adalah hasil finishing-nya. Kalau dirasakan, hasil finishing-nya agak powdery gitu. Setelah aku baca lagi di kemasannya, ternyata eyeliner ini mengandung karbon gitu, jadi hasilnya pun agak powdery karbon gitu. Hasilnya juga benar-benar hitam warna eyeliner-nya. Digunakan berjam-jam tidak transfer ke sekitarnya. Tetapi kalau bagian area mata kamu sudah agak berminyak, jangan digosok, ya. Karena bisa smudge, tetapi ini wajar banget sih menurutku.

Kesimpulannya dari Silky Girl Perfect Sharp Matte Eyeliner adalah
Kelebihannya adalah affordable banget, matte, black, gak transfer, tahan lama, dan gak smudge.
Kekurangannya adalah finishing-nya yang agak beda dengan eyeliner spidol lainnya tapi aku pribadi gak masalah dan kamu butuh eye make up remover yang lumayan andal buat bersihin eyeliner ini dari mata kamu.

Aku sendiri suka banget dengan eyeliner-nya Silky Girl ini, karena sesuai dengan ekspektasi aku banget yang biasa pakai eyeliner-nya Maybelline. Jadi buat kamu atau sahabat kamu yang lagi cari eyeliner baru bisa banget cobain eyeliner-nya Silky Girl yang ini. Kalau kalian mau lihat dengan lebih jelas lagi bentuk eyeliner-nya, pengaplikasiannya di kelopak mataku, yuk coba nonton video yang sudah kubuat di bawah ini.


Thank you for reading and watching. See you on my next post :)

With love,

Novia.


Hai semua, gimana kabarnya?

Di blog aku hari ini, aku mau review salah satu produknya Maybelline, yaitu Maybelline Super Cushion Ultra Cover. Ini adalah cushion terbarunya dari Maybelline yang mempunyai formula berbeda dari cushion yang sebelumnya.

Maybelline mengklaim cushion ini tahan lama di wajah namun tetap ringan. Kelebihan lainnya yang diklaim oleh Maybelline adalah super coverage - coverage seperti foundation,   super light - terasa ringan seperti bb cream, super long lasting- tahan lama hingga 14 jam, super protection - dengan SPF 50++. Selain itu Maybelline juga membuat #1supertap, yang mana kita hanya butuh 1 tap saja untuk meng-cover seluruh wajah. Wah kayaknya sih bagus banget, ya. Aku pun tertarik banget untuk mencoba cushion ini. Sayangnya Maybelline hanya merilis 2 shade saja di Indonesia, yaitu natural dan light. Aku agak kecewa sih, zaman sekarang kan harusnya banyak shade yang di-provide.

Selain itu aku mempunyai kekecewaan lain sebelum membeli cushion ini. Aku sempat berkonsultasi dengan Beauty Advisor (BA)-nya Maybelline ketika hendak mencoba cushion ini. Aku ke dua counter Maybelline di Tangerang, dan keduanya berkata bahwa cushion ini sama dengan cushion Maybelline yang sebelumnya, cuma beda packaging saja. Hal tersebut pun membuatku sempat mengurungkan niat untuk membeli cushion ini. Namun, setelah melihat beberapa review di internet, banyak yang bilang kalau formulanya berbeda. Aku jadi bertanya-tanya, kok BA-nya Maybelline seolah-olah malas menjelaskan mengenai cushion ini, ya? Kalau aku tidak cocok dengan cushion Maybelline yang sebelumnya dan hendak mencoba cushion terbarunya, kan jadi malas beli, karena seolah-olah menurut BA Maybelline, formulanya sama cuma packaging-nya aja yang beda. Selain itu, di kedua counter tersebut juga tidak menyediakan tester-nya. Jadi aku pun hanya menebak-nebak shade-nya, dan akhirnya aku pilih shade yang light, yang akhirnya warnanya agak keputihan. Aku juga memutuskan untuk membeli refill-nya saja, karena harganya jauh lebih murah sekitar Rp130.000,00-an dibandingkan dengan full size-nya Rp258.000,00-an.

Packaging-nya oke banget warna hitam dan berkesan elegan. Dan pas aku tap sekali di wajah, benar sih coverage-nya gak bercanda banget. Aku agak shock, mana shade-nya agak keputihan lagi. Aku tap dengan sponge bawaannya dan beneran high coverage banget. 1 tap bisa untuk setengah wajahku meski hasilnya bukan typical yang flawless dan menyatu dengan kulitku. Aku pun akhirnya tap ulang lagi dengan beauty blender. Akhirnya di sisi lain wajahku, aku menggunakan beauty blender untuk mengaplikasikan cushion ini. Aku sendiri lebih suka menggunakan beauty blender dibandingkan dengan sponge bawaan cushion.

Hasil cushion ini bukan typical yang matte, lebih seperti velvety matte gitu dan transfer. Nah, transfernya ini sih yang aku kurang suka. Jadi aku set lagi dengan bedak tabur agar lebih matte dan gak transfer.


Wajahku setelah menggunakan Maybelline Super Cushion Ultra Cover


Ketahanannya pun di wajahku yang berminyak cenderung biasa saja. Setelah 4-5 jam menggunakan cushion ini, minyak sudah bermunculan di wajahku dan membuat wajahku cakey. Padahal aku hanya melakukan aktivitas di dalam ruangan ber-ac saja. Aku pun akhirnya tap wajahku dengan tisu kering untuk mengurangi minyak yang ada. 3 jam kemudian, minyak di wajahku mulai bermunculan lagi, aku pun tap lagi wajahku dengan tisu kering. Jadi dalam 7-8 jam aku sudah tap wajahku dengan tisu sebanyak dua kali. Dan inilah wajahku setelah 10 jam menggunakan Maybelline Super Cushion Ultra Cover, minyaknya sudah terlihat lagi. Aku pun merasa cushion di wajahku sudah pudar 50-60% karena sudah aku tap 2x.

Wajahku setelah 10 jam menggunakan Maybelline Super Cushion Ultra Cover

Aku pun mencoba untuk tap minyak di wajahku dengan tisu kering lagi, kemudian aku hendak mencoba retouch dengan cushion tadi lagi. Aku mengaplikasikan cushion dengan beauty blender. So far hasilnya oke, seperti awal lagi. Jadi cushion ini meski tidak tahan lama, bisa di-retouch tanpa merusak tekstur cushion sebelumnya. Dan ini wajahku setelah di-retouch.

Wajahku setelah di-retouch

Jadi kesimpulannya dari Maybelline Super Cushion Ultra Cushion ini adalah
Kelebihannya adalah mudah ditemukan di mana-mana, cushion yang high coverage, bisa di-retouch.
Kekurangannya adalah kurang tahan lama di kulit berminyak, bukan typical yang matte, transfer, cakey setelah beberapa jam di kulitku yang berminyak, kurang menyatu dengan kulit.

Aku sendiri kurang suka dengan cushion-nya, bukan typical cushion yang akan aku gunakan sehari-hari. Tetapi mungkin untuk acara yang sebatas 3 jam seperti kondangan, dsb., aku bisa menggunakan cushion ini, dengan bantuan bedak tabur pastinya.

Buat kalian yang mau melihat review lebih jelas mengenai cushion ini, kalian bisa mampir di video youtube aku di sini ya.



Thank you buat kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca blog aku. Sampai jumpa di blog aku yang selanjutnya.

With love,

Novia



Haloo semua, apa kabar?

Rollover Reaction Halolight Moonlit

Di postingan blog aku kali ini, aku mau review salah satu produk dari Rollover Reaction, yaitu Halolight Highlighter. Halolight Highlighter ini berupa highlighter stick yang teksturnya cukup creamy. Ada 3 shades, yaitu Moonlit yang agak champaign, Roseate Glow yang kemerahan, juga Sun Gleam yang kecokelatan. Cukup unik menurutku, karena jarang sekali ada highlighter yang berwarna kemerahan juga kecokelatan. Hal ini cukup menarik perhatianku, namun pilihanku jatuh pada shade Moonlit.

Kebetulan, aku juga sedang mencari highlighter untuk hidung, tulang pipi, cupid's bow, juga tulang alis. Sepertinya shade Moonlit yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhanku tersebut. Harganya IDR 139.000, kalian bisa membelinya di website Rollover Reaction, www.rollover-reaction.com.

Ketika aku melihat fotonya di Instagram, aku pikir bentuknya agak besar, namun ternyata kecil, ukurannya hanya 3-4 gram saja. Tapi it's okay. Bentuknya selayaknya highlighter stick pada umumnya, yang bisa diputar dan nantinya highlighter-nya akan muncul di permukaan sehingga bisa digunakan. Kemasannya berwarna hitam dan berbahan plastik. Ada tulisan shade-nya di kemasan, namun tulisannya cepat pudar. Punyaku sudah sebulan dan tulisannya sudah agak memudar.

Teksturnya highlighter stick-nya halus banget dan kayak marble gitu. Ini dia swatch-nya. Pas di-swipe di tangan langsung terlihat highlight-nya, tetapi pas di-blend, highlight-nya jadi tidak terlalu kelihatan lagi.

Awalnya aku pikir hal tersebut tidak terjadi ketika aku swipe hightligher stick ini di wajah. Jujur aku mengekspektasikan highlighter yang terlihat namun tidak terlalu blinding banget. Ternyata pas aku swipe highlighter ini di wajahku, hasilnya tidak terlalu terlihat, apalagi setelah di-blend. Aku swipe beberapa kali baru terlihat. Hasilnya pun lebih ke natural glow yang menurutku kurang greget. Tetapi, seandainya kamu sedang mencari highlighter yang natural, Halolight ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Swatch Halolight shade Moonlit sebelum di-blend

Swatch Halolight shade Moonlit setelah di-blend, jadi tidak kelihatan

Kelebihannya dari highlighter ini adalah meskipun berbentuk stick dan cenderung creamy, highlighter ini tidak merusak lapisan foundie yang sudah ada sebelumnya di wajahku. Selain itu, highlighter ini gampang banget di-blend. Bisa di-blend dengan kuas bisa juga dengan tangan. Tetapi kembali lagi setelah di-blend hasilnya kurang terlihat.

Kesimpulannya dari highlighter ini adalah
Kelebihan: mudah di-blend, tidak merusak lapisan foundie di wajah, mudah digunakan,
Kekurangan: hasilnya kurang terlihat, lebih ke super natural glowing banget.

Buat aku sendiri, aku kurang mengandalkan highlighter ini untuk aku gunakan sehari-hari. Tetapi daripada mubazir aku menggunakannya sebagai base highlighter powder.

Kembali lagi, make up adalah persoalan preferensi juga kondisi kulit masing-masing. Jadi kalau kamu punya pengalaman yang berbeda dengan aku ketika mencoba highlighter ini, feel free buat share komentarnya di bawah ya. Thank you sudah sempatin baca review aku di sini. Buat kalian yang pengen lebih tau lagi, kalian juga bisa nonton video review aku di sini ya.


See you on my next blog :)

With love,

Novia.



Halo semua.

Studio Tropik, salah satu brand kecantikan Indonesia, baru merilis produk Micellar Rosewater. Sekilas mengenai Studio Tropik, sebelumnya brand ini dikenal dengan produk priming spray water-nya yang disukai banyak orang termasuk beberapa beauty influencer Indonesia.

Aku sendiri pernah mencoba priming water Studio Tropik, tetapi unfortunately, aku sendiri kurang merasakan efeknya di wajahku yang cukup berminyak (aku coba varian yang biru).

Nah, aku penasaran banget pas Studio Tropik rilis produk baru, yaitu Micellar Rosewater yang dapat berfungsi sebagai pembersih make up juga sebagai toner. Jadi pas produknya rilis di website, aku langsung beli. Harganya IDR 119.000, awalnya aku pikir harganya cukup mahal untuk sekadar micellar water. Tetapi, kalau kualitasnya oke, ya why not?


Studio Tropik Micellar Rosewater

Aku suka banget packaging-nya dengan warna peach pink pastel yang cute banget. Botolnya pun tampak kokoh dengan design yang cantik. Hal yang paling unik ada di bagian atas botolnya. Berbeda dengan micellar water pada umumnya yang biasanya hanya ada bolongan kecil untuk mengeluarkan micellar water-nya. Nah, produk Studio Tropik ini menggunakan pump untuk mengeluarkan isi produknya. Unik sekali dan menjadi salah satu keistimewaan dari produk ini. Inovasi yang baik sekali.


Pump Studio Tropik Micellar Rosewater

Jadi untuk mengeluarkan produknya, kita hanya perlu menaruh kapas di atas pump, kemudian kita tekan perlahan pumpnya, dan kapasnya pun akan basah oleh micellar water. Micellar water ini tidak memiliki bau yang menyengat. Kalau tidak terlalu didekatkan ke hidung, tidak akan tercium baunya, karena memang diklaim no perfume. Tetapi kalau dicium banget, ada sedikit bau harum yang segar. Aku kurang yakin itu bau apa, tetapi karena produk ini mengandung rosewater, mungkin ini bau mawar yang tipis dan segar.

Selayaknya ketika membersihkan make up di wajah, aku akan memulai dengan membersihkan bagian mata. Aku menggunakan kapas yang sudah basah dengan Studio Tropik Micellar Rosewater kemudian menutup bagian mataku dan memijatnya perlahan selama 5-10 detik. Lalu, aku menghapus make up di bagian mataku dengan kapas tersebut. Satu swipe dengan kapas tadi belum cukup menghapus seluruh make up di wajahku. Eyeshadow-ku sudah hilang, namun bulu mataku masih banyak maskaranya, maskaranya juga jadi smudge di bawah mataku.

Mataku masih belum bersih, aku pun mengambil kapas baru dan membasahi lagi dengan Studio Tropik Micellar Rosewater. Perlahan aku menghapus lagi make up di bagian mata tadi, dan akhirnya bagian mataku bersih sama sekali, maskara pun hilang dari bulu mataku. Aku happy banget karena sebenarnya tidak semua micellar water bisa menghapus maskara dari bulu mataku. Terkadang aku tetap butuh cleansing oil untuk menghapusnya.

Tetapi aku agak kesulitan untuk menghapus make up di mataku yang lain. Solusinya adalah melipat kapas, kemudian aku menghapus sisa maskaraku yang smudge dengan bagian tengah kapas secara perlahan. Aku agak bingung menjelaskannya, nanti kalian bisa melihatnya lebih jelas di video aku ya.

Untuk make up lainnya seperti foundation dan kontur bisa hilang dengan mudahnya. Tetapi aku tetap butuh banyak kapas dan beberapa kali mengusap wajahku dengan kapas yang basah dengan Studio Tropik Micellar Rosewater hingga akhirnya wajahku benar-benar bersih dari make up.

Feeling-nya setelah menggunakan micellar water ini memang berbeda jika dibandingkan dengan micellar water lain. Jadi aku merasa kulitku bersih banget, ada sensasi dinginnya, juga pori-poriku jadi mengecil. Nah, dengan adanya efek tersebut aku baru merasa kalau harga IDR 119.000 ini worth dengan Studio Tropik Micellar Rosewater ini. Yes, micellar rosewater ini bisa digunakan sebagai toner juga. What a very good inovation!

Kesimpulannya aku suka dengan Studio Tropik Micellar Rosewater ini karena bisa membuat wajahku benar-benar bersih banget dari make up. Aku jadi merasa tidak perlu cuci muka lagi karena uda bersih banget. Tetapi kita harus tetap double cleansing ya setelah beraktivitas di luar ataupun make up.

Nah, sekian dulu blog aku kali ini, terima kasih untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca blog aku. Kalau dari kalian ada yang sudah mencoba Micellar Rosewater dari Studio Tropik ini boleh banget share pendapat kalian di comment box di bawah ini.

Untuk lebih jelasnya kalian juga bisa lihat video aku di sini ya.


Sampai bertemu di video aku selanjutnya.

With love,

Novia


Halo semua.

Kali ini aku mau review produk barunya BLP Beauty, yaitu Lip Stain. Kalau dilihat sekilas konsep Lip Stain ini serupa dengan lip tint dengan tekstur yang cair dan seolah menempel alami di bibir kita. Lip Stain pun biasanya menjanjikan ketahanan yang lebih lama.



Lip Stain BLP Beauty ini baru launching pada 5 Januari 2018 lalu, dan sampai aku menulis blog ini, aku sendiri belum menemukan klaim khusus dari Lip Stain ini, karena masih dijual di Tokopedia saja. Menurut deskripsi di Tokopedia, Lip Stain ini mengandung formula ringan berbahan dasar air yang buildable. Kenakan hanya di bagian dalam bibir untuk riasan natural, atau di seluruh bibir untuk hasil yang lebih intens.

Sebelum produk ini resmi launching, aku beberapa kali stalk IG BLP Beauty, di situ aku lihat beberapa informasi tambahan mengenai lip stain ini. Lip stain ini tidak disarankan digunakan sebagai blush ataupun eyeshadow karena akan cepat nge-set setelah kita usapkan, jadi akan pigmented banget dan sulit diblend. Kemudian, hasilnya yang natural membuat lip stain ini dapat membantu kamu yang mempunyai bibir berwarna gelap, karena hasilnya dapat memberikan kesan bibir yang cerah.

Ada 3 shade BLP Beauty Lip Stain, yaitu Grenadine Red yang cenderung kemerahan, Wild Berries yang cenderung pink agak tua, Heather Peach yang cenderung ke oranye/peach. Pilihanku jatuh pada Grenadine Red karena aku sendiri sedang mencari lipstick merah.

Untuk packaging-nya, khas BLP Beauty banget yang warnanya pastel pink gitu. Lip Stain ini dibungkus plastik tebal dan tutup putih yang menurut aku simple dan elegan.

Warna Grenadine Red ini benar-benar merah banget, kayak merah darah gitu. Teksturnya juga cair banget. Kemudian, packaging lip stain ini dibuat seolah-olah ada per gitu, mungkin karena teskturnya yang cair banget ya, jadi kita tidak perlu khawatir cairan Lip Stain ini akan tumpah dalam kondisi miring ataupun terjatuh.

Aplikatornya pendek dan berbentuk agak gepeng dengan ujung bundar tidak lancip seperti aplikator pada umumnya. Baunya seperti bau cherry yang mengingatkanku pada obat batuk anak kecil.

Aku akan mencoba menggunakan Lip Stain ini di bagian dalam bibir untuk memberikan kesan natural atau make up Korea Selatan. Dan inilah hasilnya.

Pemakaian BLP Beauty Lip Stain di bagian dalam bibir saja

Aplikatornya kayak mendukung banget buat digunakan di bagian dalam bibir. Pigmented banget dan aku suka hasilnya, sangat natural.

Kemudian aku juga mau coba menggunakan lip stain ini di seluruh bibirku dan inilah hasilnya.

Pemakaian  BLP Beauty Lip Stain di seluruh bibir

Menurutku, dengan bentuk aplikatornya yang agak gepeng, membuatku agak kesulitan untuk menggunakan BLP Lip Stain di seluruh bibirku. Aku sendiri ekstra hati-hati menggunakannya terutama ketika di bagian ujung luar bibir. Karena lip stain ini beneran langsung stain. Kemudian ketika aku menggunakan lip stain ini di seluruh bibir, tetap saja bagian yang paling pigmented adalah bagian dalam bibir dibandingkan bagian bibir lainnya. Hasilnya pun bibir tampak cerah. Meskipun digunakan di full lips dan shade-nya cukup merah, lip stain ini pun tidak memberikan kesan menor di bibir. 

Aku menguji coba lip stain ini, dengan makan mie ayam yang oily ketika aku menggunakan lip stain ini di full lips aku. Dan inilah hasilnya setelah aku makan mie ayam.

BLP Beauty Lip Stain di bibirku setelah makan mie ayam

Memang agak pudar terutama di bagian luar bibir. Tetapi di bagian dalam bibir masih ada pigmen lip stain dari BLP. Yang aku happy adalah hint aku menggunakan lip stain tuh masih ada di seluruh bibirku dan bibirku tampak cerah juga merah alami banget. Aku juga coba untuk retouch bibirku lagi dan inilah hasilnya.

BLP Beauty Lip Stain di bibirku setelah di-retouch

Yup, lip stain ini juga bisa di-retouch, buat kamu yang mungkin menginginkan tampilan bibir yang lebih plump. Aku pribadi sebenarnya masih oke dengan kondisi tanpa retouch tadi.

Jadi kesimpulannya adalah.

Kelebihan: affordable, pigmented banget, aplikatornya oke banget buat dipake di bagian dalem bibir, cukup tahan lama.
Kekurangan: hmm, mungkin lebih harus membiasakan diri aja dengan kemasannya yang ada per-nya gitu, terus aplikatornya yang gepeng kurang mendukung untuk digunakan di bagian luar bibir, jadi harus hati-hati pas mau pake di full lips.

Bisa dibilang aku sendiri kesulitan mencari kekurangan dari Lip Stain-nya BLP ini karena aku suka banget. Formulanya tuh oke banget dan buat kalian yang mulai jenuh dengan lip cream matte atau rindu dengan lip tint, kalian wajib banget cobain lip stain-nya BLP ini.

Untuk review yang lebih jelasnya, kamu bisa lihat video aku di sini ya.


Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan membaca blog ini. Sampai bertemu di blog aku selanjutnya.

With Love,

Novia
Hai hai!

Di postingan kali ini aku mau bahas skincare dari Innisfree, yaitu Aloe Revital Soothing Gel. Ini adalah aloe vera gel versinya Innisfree, seperti kita tahu beberapa brand Korea Selatan seperti berlomba-lomba merilis aloe vera gel di pasaran. Nah, apakah Aloe Revital Soothing Gel dari Innisfree ini cukup oke dibandingkan dengan aloe vera gel lainnya?


Sample Innisfree Aloe Revital Soothing Gel

Pertama kita simak klaimnya dulu ya, ini aku ambil dari website Innisfree Indonesia.

Tentang Aloe Vitalizing Energy™ Ekstrak formula aloe Jeju yang mampu merevitalisasi kulit dan memberi kelembapan mendalam bagi kulit. Melindungi kulit dari iritasi sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit dengan kandungan madecosside sehingga kulit terjaga dan tetap sehat.

Perkenalan Produk
1. Mengandung 93% ekstrak aloe organik Jeju Daging aloe yang terdapat di dalam daunnya mengandung amino acid dan kelembapan yang lebih kaya dibandingkan bagian aloe lainnya. Kandungan di dalamnya membantu menenangkan kulit yang teriritasi akibat sinar UV dan udara panas, sekaligus memberikan kandungan kelembapan intensif bagi kulit.
2. Manfaat penenang kulit sekaligus pembentuk lapisan pelindung kulit! Teknologi Aloe Vitalizing Energy™ membantu menenangkan kulit teriritasi sekaligus membentuk lapisan pelindung kulit sehingga kulit lebih segar dan sehat. *Tentang Aloe Vitalizing Energy™ Ekstrak formula aloe Jeju yang mampu merevitalisasi kulit dan memberi kelembapan mendalam bagi kulit. Melindungi kulit dari iritasi sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit dengan kandungan madecosside sehingga kulit terjaga dan tetap sehat.
3. Multi-fungsi untuk kelembapan intensive bagi area yang membutuhkan
Dapat digunakan kapanpun di manapun, mulai dari rambut, wajah, tangan, kaki, dan area lainnya yang membutuhkan kelembapan intensif serta perawatan dari iritasi eksternal. Kelembapan mendalam yang diberikan mampu membantu merevitalisasi kulit dan memberi energi pada kulit sehingga nampak lebih sehat bercahaya.
4. 5-Free System Bebas pewarna, mineral oil, artificial fragrances, animal ingredients and imidazolidinyl urea.

Berdasarkan informasi mengenai produk ini, salah satu perbedaan yang kelihatan, Innisfree Aloe Revital Soothing Gel dibandingkan dengan aloe vera gel lainnya adalah kandungan 93% ekstrak aloe vera. Produk sejenis brand lain mengandung 92% aloe vera, ada juga yang 99%. Inti lainnya adalah gel ini dapat berfungsi sebagai pelembab, penenang, dan pencegah iritasi di kulit. Gel ini juga dapat digunakan di beberapa bagian tubuh seperti rambut, wajah, tangan, kaki, dan area lain yang terasa kering. Namun, aku sendiri hanya pernah mencoba gel ini di wajah saja.

Aku mendapatkan sample size dari produk ini yang ukurannya hanya 8 ml, namun cukup aku pakai sampai 6x. Teksturnya gel bening seperti gambar di bawah ini. Dengan ukuran segini di tanganku dapat mengcover wajah dan leherku.


Tekstur Innisfree Aloe Revital Soothing Gel

Ada wanginya sedikit dan lembut sekali. Terasa fresh ketika gel ini sampai di permukaan kulit wajahku. Gelnya pun langsung menyerap dan wajahku langsung terasa lembab dari dalam permukaan wajahku. Jadi bukan typical lembab yang membuat kulitku berminyak. Setelah menggunakan gel ini, aku menggunakan moisturizer yang biasa aku gunakan dan tidak membuat kulitku jadi lebih berminyak. Hal positif lainnya adalah ketika menggunakan gel ini, foundation yang biasa membuat kulitku patchy karena terlalu kering, kali ini tidak memberikan efek patchy. Jadi kulitku memang lembab dari dalam sehingga wajahku tetap fresh dan tidak menambah minyak di wajahku yang oily. Kemudian, setelah diusapkan di wajah, wajahku juga terasa lembut. Kalau kamu mau menggunakan gel ini sebagai pengganti moisturizer juga bisa karena sudah cukup melembabkan.

Pada beberapa produk aloe vera gel brand lain, banyak yang memberikan review kalau produk tersebut dapat mengurangi bruntusan ataupun mencegah jerawat yang tumbuh. Nah, aku tidak merasakan hal ini. Kebetulan ketika aku mencoba Innisfree Aloe Revital Soothing Gel ini ada 1 jerawat yang mau tumbuh, juga sedikit bruntusan. Tetapi hasilnya sama saja, bruntusanku tidak berkurang, jerawat yang sedang tumbuh juga tetap tumbuh begitu saja. Sepertinya karena Innisfree Aloe Revital Soothing Gel tidak mengandung alkohol. Jadi bukan typical gel yang dapat membunuh bakteri atau ada efek mengeksfoliasi kulit kita. Yang memang tidak ada juga di klaim produknya.

Kesimpulannya dari Innisfree Aloe Revital Soothing Gel ini adalah

Kelebihan: melembabkan dari dalam, cocok untuk kamu yang kulitnya berminyak yang biasanya setelah mencuci muka dengan sabun cuci muka untuk wajah berminyak, kulitnya menjadi kering. Kamu bisa menggunakan gel ini untuk melembabkan wajah kamu tanpa membuat wajahmu menjadi lebih berminyak sehingga kamu bisa menggunakan make up dengan lebih mudah. Cepat menyerap di kulit wajah, baunya lembut dan segar, dan tidak mengandung alkohol.

Kekurangan: bukan typical produk yang dapat mengurangi bruntusan ataupun mencegah pertumbuhan jerawat, produk ini lebih sebagai pelembab yang dapat digunakan di beberapa bagian tubuh kamu.

Apakah ada di antara kalian yang sudah mengandalkan Innisfree Aloe Revital Soothing Gel sebagai pelembab wajah kamu? Aku sendiri suka dengan gel ini karena dapat membuat wajahku lembab tetapi tidak menambah minyak di wajah. Tetapi kembali lagi, skincare memang belum tentu cocok di semua jenis kulit. Buat kalian yang sudah coba bisa share pendapat kalian mengenai gel ini di kolom komentar ya.

Terima kasih untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan blog ini. Sampai bertemu di postingan blog aku selanjutnya.

With love,

Novia.



Halo semua, gimana kabarnya?

Di blog aku kali ini, aku mau review Emina CREAMATTE!. Jadi ini adalah produk liquid lipstick-nya Emina yang hasilnya matte. Harganya cukup terjangkau lho, yaitu di bawah IDR 50.000. Aku sendiri lupa pas aku beli harganya berapa, tetapi pas aku cek di Lazada semua harganya di bawah IDR 50.000. Terjangkau banget kan?


Packaging Emina

Packaging Emina

Nah, di kemasannya sendiri Emina mengatakan bahwa

"Emina CREAMATTE! Lip cream dengan matte finish, mengandung Vitamin E yang melembabkan."

Jadi klaim produk ini di kemasannya sih itu aja. Hasilnya matte dan mengandung vitamin E yang melembabkan. Aku memutuskan untuk membeli shade 03 Mauvelous karena warnanya cukup menarik. Awalnya aku mau beli yang nude, tapi pas aku coba, warna shade-nya sama banget sama SASC Antoinette (baca review-nya di sini) yang aku sudah punya.

Lip cream ini dikemas dalam kotak seukuran lip cream-nya, yang juga berwarna mauve. Isinya 5,5 gr. memang tidak begitu banyak dibandingkan dengan lip cream lainnya yang bisa sampai 8 ml. Untuk alat pemuasnya sendiri cukup bagus, aku tidak memiliki masalah dengan alat pemuasnya. Tekstur lip cream ini cenderung creamy (sesuai dengan namanya) dan pigmented banget. Dan inilah shade 03 Mauvelous di tangan dan bibirku.

Emina CREAMATTE! 03 Mauvelous di tanganku.

My bare lips.

Bibirku dengan Emina CREAMATTE! 03 Mauvelous (edisi senyum)

Bibirku dengan Emina CREAMATTE! 03 Mauvelous (edisi flat)

Setelah aku pakai di bibirku, ternyata warnanya mauve yang lebih ngepink gitu. Termasuk golongan warna yang agak terang sih menurutku sendiri, agak di luar zona nyaman aku yang biasanya pakai lipstick dengan warna nude atau tidak terlalu terang.

Sekali pakai, langsung pigmented banget jadi tidak perlu dibuild lagi, karena sudah meng-cover seluruh bibirku. Tapi buildable juga kok, jadi kamu mau sekali atau dua kali oles pun tidak apa-apa, tidak akan merusak tekstur lip cream-nya. Namun sekali saja sudah cukup. Lip cream ini juga hasilnya matte banget dan kissproof. Karena hasilnya matte banget, kalau bibir kita lagi gak senyum, kerutannya jadi kelihatan banget sih. Mungkin beberapa dari kalian ada yang mempertimbangkan hal ini banget. Buatku sendiri ini bukan menjadi masalah.

Di klaim produk ini, Emina mengatakan kalau lip cream-nya mengandung vitamin E yang melembabkan bibir kita. Honestly, aku sendiri kurang begitu merasakannya ya. Ketika menggunakan lip cream ini, bibirku tetap terasa kering. Kekurangannya lagi menurutku, lip cream ini bukan tipikal lip cream yang ringan. Kalau beberapa liquid lipstick atau lip cream banyak yang memberikan gimmick kalau produknya ringan digunakan "seperti tidak menggunakan lip product apapun", nah aku tidak merasakannya di produk ini. Tetapi ini juga bukan masalah besar, karena Emina juga tidak mengklaim hal tersebut.

Aku melakukan ujian yang cukup berat untuk CREAMATTE! Emina kali ini, yaitu aku menggunakan lip cream ini untuk makan mie ayam (yang kita tau mie ayam itu cukup oily ya) untuk mengetahui ketahanan dari lip cream ini. Dan hasilnya di bibirku setelah aku makan mie ayam adalah seperti ini.

Bibirku setelah makan mie ayam

Yup, hasilnya lip cream yang ada di bagian tengah bibirku sudah pudar nih. Berarti lip cream ini bukan lip cream edisi kondangan juga ya, yang aman kena makanan apapun. Namun, kabar baiknya setelah aku retouch, hasilnya kayak awal lagi kok. Jadi bisa banget di-retouch. Apalagi produknya kecil, yang mungkin memang diperuntukan lip cream on the go gitu ya.

After retouch!

Kesimpulannya dari Emina CREAMATTE! ini adalah

Kelebihannya adalah affordable banget, mudah ditemukan di mana-mana, packaging-nya oke, ukurannya pas banget (tidak begitu besar dan jadi mudah dibawa ke mana-mana), pigmented, matte, buildable, bisa banget di-retouch.

Kekurangannya adalah agak kering menurutku, typical lip cream yang akan menunjukkan garis-garis bibir kamu (better lip scrub dulu sebelum pake lip cream ini), warna mauve-nya terlalu terang buat aku (not my comfort zone, tapi bisa aja ini jadi kelebihan buat kalian), ketahanannya biasa aja (tapi bisa di-retouch sih).

Aku pribadi suka dan puas dengan lip cream ini, karena harganya affordable dan kekurangannya pun masih bisa aku tolerir. Lip cream ini termasuk produk lokal yang oke dan must try banget buat kalian yang memang demen pakai lip cream / liquid lipstick matte.

Nah, buat kalian yang merasa foto aku kurang jelas atau gimana, bisa banget kalian coba cek video aku di Youtube tentang review Emina Creamatte ini, ya.


Thank you buat kalian yang sudah ngeluangin waktu untuk baca blog aku. Hasil produk make up bisa berbeda-beda di setiap orang ya, jadi be free untuk coba produk yang aku review juga share pendapat kalian. Sampai ketemu di postingan blog aku yang selanjutnya.

With Love,

Novia


Halo semua, apa kabar?

Aku dan Even Steven Whipped Foundie

Di postingan blog aku kali ini, aku akan share mengenai review Even Steven Whipped Foundation. Foundation yang baru dirilis The Balm pada 2017 lalu. Setelah ada berbagai macam foundation yang berbentuk liqiuid, padat, cushion, The Balm mulai meluncurkan foundation yang berbentuk whipped. Sebenarnya ada beberapa brand make up lain yang juga mengeluarkan whipped, seperti Revlon, Maybelline, juga Lakme. Aku penasaran juga dengan kualitas whipped foundie mereka. But, let's try The Balm first.

Klaim dari The Balm mengenai whipped foundie ini adalah
"With a light, airy, soufflé-like texture, you’ve got a foundation that’s truly whipped! A perfect complexion is par for the course with this ultra-pigmented formula … just remember, a little goes a long way with Even Steven! Available in eight long-lasting shades with a natural matte finish, Even Steven will have you tee’d up and ready to go in no time." (source: thebalm.com)

Jadi, menurut website The Balm, whipped foundie ini memiliki tekstur yang sangat ringan namun tetap pigmented banget. Sedikit saja foundie ini dapat mengcover seluruh wajah kamu. Ada 8 shade dengan hasil natural matte. Whipped foundie ini disarankan untuk kamu yang butuh make up buru-buru.

Sebelum membahas realita dari klaim di atas. Aku mau info harga Even Steven whipped foundie ini adalah IDR 400.000 (beli di Sogo) dengan isi hanya 12 ml (standar foundie biasa 30 ml). Pas aku mau beli, SPG-nya uda yakinin aku banget cuma butuh sedikit foundie Even Steven untuk cover seluruh wajah. Jadi aku tetap beli foundie ini akhirnya, lebih karena penasaran dengan tekstur dan kualitasnya.

Tekstur dari whipped foundie ini lebih kayak cream yang cukup padat menurutku. Tidak selembut whipped cream in real life, tapi kayak cream yang bisa kamu colek.
Karena isinya juga sedikit, aku mengambil sedikit whipped foundie dengan jari untuk selanjutnya aku taruh di wajah. Setelah itu baru aku blend di wajah dengan sponge yang sudah aku basahi dengan setting spray. Foundie ini matte banget, jadi aku langsung blend dengan sponge sebelum dia kering dan malah jadi susah diblend. Aku setuju dengan klaim mereka, yang mana hanya butuh sedikit untuk cover seluruh bagian wajah. Satu colekan jari telunjuk bisa untuk mengcover pipi, hidung, dan dagu. Wow!

Sebelum menggunakan Even Steven Whipped Foundie

Setelah menggunakan Even Steven Whipped Foundie

Hasilnya matte banget dan coverage-nya oke dengan jumlah produk yang sedikit. Pas aku beli, SPG-nya juga saranin untuk pilih shade yang lebih gelap dari wajah, katena ketika foundie sudah set di wajah, hasilnya akan lebih terang dibandingkan ketika di awal baru diblend.
Yang ini juga aku setuju banget. Ketika foundie ini set di wajah, warnanya jadi lebih terang dari sebelumnya. Jadi hati-hati ketika kamu sedang memilih shade dari Even Steven Whipped Foundie ini ya. Better pilih shade yang sedikit lebih gelap dari shade yang kamu inginkan.

Foundie ini ringan banget di kulit meski matte dan coverage-nya oke. Aku mencoba foundie ini dengan dan tanpa primer dari Benefit The Porefessional, hasilnya pun sama saja. Foundie ini meminimalisir tampilan pori-pori di wajahku.

Untuk ketahanan, sepertinya so so aja. Setelah 4 jam, noda hitam di daguku yang sebelumnya ter-cover sempurna. Pori-pori di sekitar hidung juga semakin terlihat. Hidungku sendiri sudah mulai berminyak banget meski aku hanya beraktivitas ringan di ruangan ber-AC. Di hidung juga tampak patchy. Bagusnya di bagian pipi masih matte dan gak transfer sama sekali.

Aku mencoba untuk touch up dengan bedak tabur tapi hasilnya untuk bagian hidungku malah makin terlihat patchy. Untuk bagian lain masih oke untuk di touch up dengan bedak tabur.

Kesimpulannya dari foundation ini adalah
Kelebihannya adalah bukan typical foundie yang boros karena sedikit sudah bisa mengcover wajah, matte, coverage-nya medium to full aku cukup puas dengan coverage-nya, ringan di wajah, karena kecil jadi mudah dibawa ke mana-mana.

Kekurangannya adalah kecil banget foundie-nya agak kurang worth it menurutku (peace), entah mengapa terlihat patchy di hidungku, di area t zone dalam waktu 5 jam sudah mulai muncul minyak, di bagian patchy-nya tidak bisa di touch up dengan bedak tabur.

Untuk lebih jelasnya, kamu juga bisa lihat video aku di sini ya.


Nah, kalau kalian sendiri apakah sudah pernah mencoba whipped atau mousse foundation? Kalau sudah, bagaimana menurut kamu? Jadi move on ke jenis foundation ini atau tetap pada foundie lama kamu?

Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca blog aku ya.
Sampai bertemu di blog aku selanjutnya,

With love,

Novia
Aloha!


Aku dan The Body Shop Tea Tree Skin Clearing Facial Wash

Di blog aku kali ini, aku mau review Tea Tree Skin Clearing Facial Wash dari The Body Shop. Ini termasuk produk unggulannya The Body Shop dari rangkaian tea tree. Aku sendiri tertarik mencoba facial wash ini karena waktu itu wajahku sedang berjerawat parah. Kondisi wajahku waktu itu juga jerawatnya bandel banget, yang pas hilang terus tumbuh lagi di area lain.

Jadi aku memutuskan untuk mencoba facial wash ini karena facial wash merupakan treatment yang tidak terlalu keras untuk kulit. Aku sendiri sebenarnya sudah punya obat jerawat andalanku, tetapi yang kubutuhkan lebih untuk mencegah jerawat muncul di wajahku.


The Body Shop Tea Tree Skin Clearing Facial Wash

TBS Tea Tree Skin Clearing Facial Wash ini seharga IDR 129.900, bisa kamu beli di outlet TBS atau juga di website TBS Indonesia. Isinya 250 ml dan itu banyak banget, aku udah pakai mau setahun dan masih ada aja isinya. 

Cairan facial wash ini berwarna hijau bening dengan bau khas green tea atau chemical gitu. Aku pernah cobain Verile Facial Wash yang juga mengandung Tea Tree dan baunya tidak jauh beda. Cairannya pun berwarna hijau bening, cenderung encer dan bisa mengalir di tangan kamu.

Tekstur TBS Tea Tree Skin Clearing Facial Wash

TBS Tea Tree Skin Clearing Facial Wash ini juga bukan typical sabun muka yang berbusa. Justru sedikit banget busanya. Tetapi buatku, setelah menggunakan produk ini, wajahku tetap terasa bersih dan minyak pun bekurang. Meski minyaknya di wajahku berkurang, wajahku tidak terasa kering atau terlalu kesat. Ini hal yang aku suka.

Untuk masalah jerawat, facial wash ini cukup ampuh mencegah timbulnya jerawat di wajahku. Tetapi tidak untuk mengobat jerawat. Aku akui setelah menggunakan facial wash ini, masalah jerawatku yang hilang muncul sudah mulai berkurang. Memang kadang masih ada jerawat, tetapi jarang sekali.

Kesimpulannya dari TBS Tea Tree Skin Clearing Facial Wash ini adalah 

Kelebihannya: banyak banget, bisa kamu gunakan sampai setahun, cukup ampuh untuk mencegah jerawat di wajah, no perfume, tidak perih di mata, ampuh buat bersihin minyak di wajah tapi tidak membuat wajah menjadi kering juga.

Kekurangannya: tidak terlalu berbusa (ini bisa jadi kekurangan atau kelebihan tergantung masing-masing orang :) ), bau chemical tea tree-nya agak menyengat tapi buat aku sendiri tidak menjadi masalah, size-nya cukup besar kurang efektif kalau dibawa untuk traveling (harus beli botol kecil dan refill sendiri).

Kalau kamu adakah yang pernah mencoba facial wash ini? Kalau ada dan punya pendapat berbeda jangan ragu untuk cantumkan di comment box mengenai pendapat kamu ya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blog aku, dan sampai jumpa di blog aku selanjutnya :)

With Love,

Novia
Halo semua!

Hari ini aku mau review L'Oreal Pure Clay Mask yang belum lama ini rilis di pasaran Indonesia.

L'Oreal menyediakan 3 varian masker ini.
1. PURIFY (North American Montmorillonite Clay + Japanese Active Charcoal)
Membersihkan hingga ke lapisan pori
2. PORE REFINING (Moroccan Lava Clay + Rosemary Extract)
Menghaluskan tampilan pori-pori dan mengurangi minyak berlebih
3. ILLUMINATING (British Kaolin Clay + Lemongrass Extract)
Mencerahkan kulit yang kusam, mengangkat sel kulit mati

(Source: Youtube L'Oreal)

Pilihanku jatuh pada L'Oreal Pure Clay Mask Pore Refining, karena aku sendiri memiliki masalah pori-pori yang besar juga wajahku berminyak.

Menurut tulisan yang ada di packaging produk ini. Masker ini mengandung Moroccan Lava Clay yang diekstrak di Morocco, bahan ini mampu membantu kulit terasa halus dan mengangkat sel kulit mati pada permukaan wajah yang menyumbat pori. Diperkaya dengan ekstrak rosemary, formulanya membantu membersihkan kulit secara menyeluruh. Teksturnya yang lembut mudah untuk dibilas.

Klaim dari L'Oreal Pure Clay Mask: Pore Refining dari packaging-nya.
1. Setelah penggunaan pertama: kulit wajah terasa bersih menyeluruh, pori-pori terlihat kecil. Bersih dari debu.
2. Hari demi hari: Wajah terasa lembut, halus, dan tidak berminyak.

Penggunaan: Aplikasikan masker pada kulit wajah yang bersih, diamkan selama 10 menit sebelum dibersihkan dengan air hangat. Gunakan 2-3 kali dalam seminggu untuk hasil yang optimal. Hindari kontak dengan mata dan bibir. Bila terkena mata, bilas dengan air.

Harga dari masker ini adalah IDR 150.000 di Lazada. Cukup terjangkau karena bisa digunakan sampai 10x. Packaging-nya juga tampak mewah dengan plastik tebal dan tutup yang bagus.

Untuk yang Pore Refining, di foto/iklannya sering dimunculkan warna hijau. Tetapi ketika dilihat di produknya agak berwarna abu-abu. Tekstur masker ini halus banget seperti krim yang agak heavy dan lengket, ada butiran scrub-nya tapi halus banget. Baunya ada bau belerang tetapi tidak menyengat.


Wajahku dengan L'Oreal Pure Clay Mask: Pore Refining

Ketika digunakan masker ini terasa aman di kulitku, tidak ada rasa panas, baunya pun tidak mengganggu karena memang tidak menyengat sama sekali. Setelah dioleskan di wajah ternyata baru terlihat warna hijau dari masker ini. Aku mendiamkannya selama 10 menit sampai masker ini kering di wajahku.

Setelah masker ini mulai mengering, selayaknya masker pada umumya wajahku terasa seperti tertarik-tarik dan kencang. Namun, pas aku lihat cermin, terdapat bolong-bolong kecil di bagian pinggir hidung dan hidungku, seolah-olah pori-poriku tercetak di masker tersebut. Entah mengapa aku merasa agak terganggu dengan pemandangan ini.

Kemudian setelah 10 menit, aku bilas wajahku dengan air hangat. Step pertama pembilasan, aku membasahi wajahku kemudian aku memijat wajahku dengan sisa masker yang tersisa dengan tujuan untuk mengeluarkan kotoran lain yang ada di wajahku. Namun, karena tekstur masker ini halus dan creamy banget, aku agak kesulitan untuk melakukan hal tadi. Kemudian ada beberapa bagian wajahku yang sulit dibersihkan, yaitu di bagian atas bibir. Memang bukan susah banget, tapi butuh effort untuk menggosok-gosok bagian wajah tersebut.

Hasil akhirnya wajahku terasa bersih, pori-pori pun terlihat mengecil. Namun, masker ini sepertinya memang ditujukan untuk tipe kulit wajah yang super oily, karena di wajahku yang tergolong oily, masker ini justru meninggalkan jejak patchy di hidung aku. Ya, di bagian hidungku ada kulit mengelupas yang cukup terlihat. Jadi buat kalian yang kulit wajahnya kering, saran aku kamu bisa cobain varian lain dari L'Oreal Pure Clay Mask ini. Tekstur wajahku pun terasa sangat kesat.

Jadi kesimpulannya adalah

Kelebihan: halus, baunya tidak menyengat, affordable, bisa membersihkan wajah, mampu megecilkan tampilan pori, dan ampuh buat menghilangkan minyak pada wajah.
Kekurangan: terlalu creamy jadi agak susah kalau mau me-massage wajah, teksturnya juga membuat masker ini sedikit butuh effort untuk membersihkannya, masker ini bisa membersihkan minyak di wajah kamu, tetapi di kulitku bahkan sampai ada efek kulit mengelupas.

Aku juga sudah membuat video mengenai review L'Oreal Pure Clay Mask: Pore Refining. Tonton yuk jadi kamu bisa lebih tahu mengenai tekstur masker, kondisi wajahku yang kering dan ada kulit mengelupasnya, juga hal lainnya.


Terima kasih telah membaca blog aku, ya. Jangan lupa juga untuk tonton, like, dan subscribe video aku di Youtube ya. Sampai bertemu di ceritaku selanjutnya.

With Love,

Novia.


Halo semua, gimana kabarnya?

Hari ini aku mau review salah satu produk Innisfree. Sekadar mau sharing, Innisfree ini merupakan brand Korea Selatan yang oke banget. Aku suka banget nontonin short movie atau video-videonya di Youtube yang back to nature banget. Artis Korea Selatan yang digandeng pun selalu artis ternama yang tentunya good looking dan jadi point plus buat video-video mereka. Salut banget sama brand ini, harusnya bisa dijadikan referensi untuk meningkatkan image brand-brand Indonesia.

Produk yang akan aku review adalah Innisfree Green Tea Seed Serum. 
Sebenarnya aku dapetin produk ini berupa sample, sebagai welcome gift pada saat mendaftarkan diri sebagai member dari Innisfree. Sample produk ini dipack dengan 2 sample produk krim juga yang aku lupa namanya. Isi sample-nya sebesar 5 ml dan packaging-nya berupa tube dengan pump yang praktis banget menurut aku. Dibandingkan dengan packaging sachet yang terkesan sekali pakai saja.

Untuk harga full size-nya 80 ml di store Innisfree adalah IDR 340.000.

Ini adalah penampakan sample Innisfree The Green Tea Seed Serum

Berikut ini adalah keterangan mengenai Innisfree The Green Tea Seed Serum yang aku dapatkan dari website Innisfree.

Serum kaya nutrisi dari perasan daun dan biji teh hijau Jeju untuk kulit wajah yang terjaga kelembapannya dari dalam. 

1. Energi green tea memberikan kelembapan dan nutrisi mendalam dengan 100% perasaan green tea segar. 
Kaya akan mineral dan amino acids dari 100% ekstrak perasan daun green tea Jeju yang memberikan kelembapan pada kulit 

2. Teknologi moisturizer ganda dari perasan green tea segar dan green tea seed oil 
Green tea seed oil yang memberikan kelembapan mendalam bagi kulit juga membentuk lapisan pelembap ganda yang menjaga dan melindungi kadar kelembapan kulit yang lebih tahan lama. 

3. Serum tahap pertama setelah membersihkan wajah untuk menjaga kelembapan kulit.
Serum tahap pertama setelah mencuci muka untuk mengembalikan kelembapan kulit yang hilang akibat penggunaan cleansing foam.

Cara penggunaan 
Aplikasikan produk ke seluruh wajah dan leher dengan pijatan lembut untuk membantu proses penyerapan.

Maaf banget sebelumnya, aku lupa mengambil foto tekstur dari serum ini, tapi bentuknya itu gel bening. Cuma perlu satu pump untuk meng-cover seluruh wajah dan leher. Yang aku suka adalah baunya yang fresh banget dan wangi bebungaan gitu. Terus, karena berbentuk gel, serum ini langsung menyerap di kulit. Favorit banget!

Kalau dilihat dari fungsinya yang overall untuk melembapkan kulit wajah, di wajahku yang berminyak, serum ini tidak membuat kulit wajahku jadi lebih oily. Jadi tentunya serum ini aman untuk kamu yang kulitnya berminyak. Apalagi biasanya facial foam untuk kulit berminyak akan membuat kulit wajah kamu terasa kering dan keset, nah kamu bisa menggunakan serum ini untuk kembali menghidrasi wajah kamu sebelum menggunakan make up.

Jadi kesimpulannya.

Kelebihan: baunya enak banget, tidak boros produk untuk wajahku yang cukup lebar (satu pump dapat mengcover wajah dan leher, cepat menyerap ke wajah, cukup menghidrasi tapi tidak sampai membuat wajah menjadi oily.
Kekurangan: belum menemukan kekurangannya sih.

Sekian dulu blog aku hari ini, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blog aku ya. Sampai bertemu lagi di cerita aku selanjutnya :)

With love,

Novia.