Halo semua, gimana kabarnya?

Kehabisan ide untuk jalan-jalan? Kali ini aku akan share cerita liburan ku bersama tour Bromo. Quite affordable menurut aku untuk liburan yang bisa dinikmati banget. Kebetulan aku ambil paket trip di Fun Adventure dengan harga Rp300.000,00 sudah include Jeep ke beberapa spot wisata dan snacks. Why do we need Jeep? Karena perjalanan menuju beberapa spot wisata di Bromo menanjak juga ada yang berpasir. So we do need Jeep to complete our trip in Bromo.

Aku menginap di Hotel Grage Malang, lokasinya di daerah Kabupaten Malang, agak jauh dari Kota Malang. Tetapi aku akui hotel ini termasuk hotel strategis di Malang karena dekat dengan beberapa tempat wisata seperti Hawaii Waterpark, juga termasuk hotel murah di Malang karena harganya terjangkau sekitar Rp300.000,00 per malamnya. Namun, aku kurang suka dengan beberapa service hotel ini, yaitu seprainya kotor, ada bercak cokelat-cokelat. Di hari kedua aku pikir akan diganti, tapi teryata tidak. Cuma diberesin aja bed-nya. Terus, di kamar hotelku pintunya seret, jadi agak susah untuk buka tutup pintunya. Untuk makanan, selama aku menginap di hotel ini, aku mengandalkan makanan dari GoFood karena aku tidak mengambil paket menginap dengan breakfast. Mengingat aku akan menghabiskan satu pagi di Bromo, jadi aku memutuskan tidak mengambil breakfast-nya.

Aku memulai perjalanan ke Bromo pada pukul 12.00 malam. Kami bertemu dengan pihak tur di KFC Alun-alun kota Malang. Tujuan pertama kami adalah ke Pananjakan 1, spot melihat sunrise Bromo. Perjalanan dari KFC Malang menuju kawasan Bromo sekitar 3 jam. Sesampainya di sana masih sekitar pk. 03.00 dan hawanya dingin banget di sini, aku pake jaket tebal dan masi berasa kedinginan banget. Aku ke sana di bulan Maret dan weekdays tapi rame lho, yang dateng ke sana. Gak cuma turis lokal doang, ada juga beberapa turis luar yang datang dan hendak melihat sunrise di Bromo lho.

Daan akhirnya sunrise Bromo yang ditunggu datang juga. Tapi sayangnya mataharinya ngumpet nih. Jadi cuma kayak gini pemandangannya. Not bad sih, karena ada Gunung Bromo-nya jadi dramatis gitu. Tapi aku yakin kalau awannya geser sedikit dan mataharinya kelihatan pasti lebih cantik.

Ini sunrise Bromo pas masih gelap 


Ini udah lumayan terang, tapi mataharinya ngumpet :(

Dingin banget, aku pake kupluk, jaket tebal, legging panjang, dan sepatu. Perlu banget bawa sarung tangan.
BTW ini masih di Pananjakan 1, spot melihat sunrise.

Lokasinya masih di area Pananjakan 1

Setelah waktu sunrise Bromo sudah berlalu, aku kembali ke jeep dan memulai perjalanan ke Love Hill. Nah ini sudah di wilayah Bromo banget, banyak pasir dan stepa. Banyak bukit dan tempatnya ala ala banget, pas buat kamu yang hobi foto-foto.

Love Hill, banyak pasir dan bukit.

Aku dan Jeep

Puas foto-foto di Love Hill, habis itu kita lanjut ke Gunung Bromo-nya. Jadi di wilayah Bromo ini banyak bukit-bukit dan gunung yang sudah tidak aktif. Hanya Gunung Bromo yang masih aktif dan membuat gunung Bromo terlihat berwarna hitam keabuan sendiri. Sedangkan bukit dan gunung lain yang sudah tidak aktif, sudah ditumbuhi rumput-rumput hijau. Kita cuma diantar oleh Jeep di kaki gunungnya aja. Bahkan gak di kaki gunung persis. Lumayan jauh ke kaki gunungnya. Di situ banyak kuda, yang ditawarkan sebagai transportasi menuju kawah Bromo. Sebenarnya bisa aja sih jalan ke kawah Bromo, tapi jauh banget. Aku pribadi memilih naik kuda, untungnya driver aku mau nego-in ke tukang kudanya, jadi harganya gak mahal-mahal banget, sekitar Rp120.000,00 an, meskipun emang dapet kudanya yang kecil sih. Ada juga kuda yang gede gagah gagah gitu deh, tapi harganya bisa dua kali lipat kudaku.

Kudanya kecil banget, tapi murah, ehe

Pas naik kuda, kita gak dilepas sama kudanya doang kok. Empunya kuda juga nemenin sampai kawah dan balik lagi buat nuntun kudanya. Jalan kaki si bapak, hebat banget deh emang karena jauh banget. Sebelum sampai ke kaki gunung, kita melewati hamparan pasir yang luas, ada Pura Luhur Poten di hamparan pasir tersebut. Lokasinya dekat dengan kaki gunung Bromo. Menurut informasi yang kudapat, Pura ini digunakan oleh masyarakat Tengger untuk melakukan ibadah keagamaan.

Daan akhirnya waktunya mendaki Gunung Bromo bersama kuda dan empunya. Medannya berbatu dan lumayan tinggi juga lho. Ada juga beberapa wisatawan yang jalan kaki menuju kawah. Whew, salut sama mereka. Tapi ternyata, kita gak dianter sampe kawah. Kita dianter sampe tangga yang menuju ke kawah. Yes, ada tangga yang terbuat dari batu, yang menuntun kita ke kawah Bromo. Lumayan tinggi juga naiknya dan harus hati-hati karena tangganya kecil-kecil tapi banyak.

 Tangganya banyak dan kecil-kecil.
Tinggi kan? Istirahat sambil foto-foto.

Sampai juga di kawah Bromo, yang cukup ramai dan harus ekstra hati-hati di sana. Kita bisa melihat gejolak lava-nya, bau belerang, juga asap. Sedihnya adalah banyak banget sampah di sana. Ada juga tulisan-tulisan vandalism di sana. Hmm, please deh, jangan sesekalinya nodain tempat wisata, karena itu citra Indonesia di mata wisatawan internasional. Merusak keindahan banget.
 OOTD ala ala di salah satu spot Bromo

 Masih foto- foto di area Bromo
Nah, ini di kawah Gunung Bromo

Setelah puas berfoto-foto di kawah Bromo, aku turun lagi melewati tangga kecil-kecil yang banyak itu. Lalu turun dengan kuda lagi, diantar ke area parkir Jeep. Ada yang jualan bakso Malang, karena memang baru makan pop mie aja pas pagi nunggu sunrise, aku pun membeli bakso Malang. Lumayan murah, cuma Rp15.000,00 di tempat wisata, rasanya juga enak (mungkin karena tercampur sedikit pasir?). Oh, ya sehabis ini ada 2 spot wisata lagi yang dikunjungi dan 2 spot wisata tersebut tidak ada MCK-nya. Jadi better, kamu buang air dulu di kawasan Bromo ini sebelum lanjut ke Pasir Berbisik dan Bukit Teletubies.

Menuju tempat jeep, pasir semua!

Lanjut ke Pasir Berbisik. Sebenarnya lokasinya cuma hamparan pasir abu-abu yang luas dan berangin. Menjadi spot wisata, karena lokasi ini pernah digunakan untuk shooting film Pasir Berbisik (2001) yang dibintangi Dian Sastro. Film ini cukup terkenal dan meraih berbagai penghargaan juga. Berikut adalah foto-fotoku di Pasir Berbisik.

Pemandangannya bukit dan pasir 

Pasir semua.

Pasir Berbisik

Nah, ini waktunya kita ke spot terakhir ke Bukit Teletubies. Dinamai Bukit Teletubies karena banyak bukitnya, kayak di film Teletubies zaman dulu. Di sini lebih banyak rumputnya dibanding pasir. Tempatnya masih ala ala juga, bisa banget buat foto-foto.

Banyak ilalang tinggi di Bukit Teletubies

Masih ada pasirnya juga, tapi kebanyakan rumput. Oke buat foto-foto.

Udah ada jalan aspalnya lhoo.

Foto di antara rumput di Bukit Teletubies

Daan, berakhir lah wisata Bromo ini. Kami diantar kembali naik Jeep ke Kota Malang.

Pesan dan kesannya Bromo itu cantik banget. Buat kalian orang Indonesia yang sudah sering keluar negeri, tapi belum pernah ke Bromo, please sempatkan ke sini. Harganya juga affordable pas juga buat mahasiswa yang mau liburan bareng teman-temannya. Yang pasti buat orang Indonesia wajib banget sesekali datang ke Bromo. 

Seusai wisata Bromo ini, aku lanjut ke Museum Angkut dan Batu Night Spectacular lho. Aku akan lanjutkan ceritanya di On Vacation to Bromo Malang Part 2.

Thank your for reading my blog, guys. Ada yang pernah ke Bromo dan punya kesan pesan lain juga? Yuk sharing di komentar :)

See you on my next post.

With love,

Novia.

All photos are shot by Yedija Luhur .
Haloo.

Gimana kabar kalian? Kali ini aku mau membahas review UV Bright Cushion dari Make Up For Ever (MUFE). Cushion memang lagi in banget, tren dari Korea Selatan, dan MUFE, salah satu produk asal US yang juga ikutan mengeluarkan cushion juga.

Refill MUFE UV Bright Cushion

Sekilas mengenai cushion, cushion bisa dibilang seperti foundation / bb cream yang berbentuk sponge dan diletakan pada tempat bedak. Jadi waktu kamu lihat packaging-nya gak beda jauh dengan kemasan bedak padat/compact foundation. Namun pas kamu buka, maka akan terlihat sponge yang lembap. Masing-masing cushion mempunyai karakteristik yang berbeda-beda ada yang pori-pori sponge-nya besar, ada juga yang kecil. Menurut BA Laneige di Lotte Shopping Avenue, cushion dengan pori-pori kecil lebih baik daripada cushion yang berpori-pori besar. Namun, aku sendiri belum pernah mencoba cushion yang berpori-pori kecil.

Pada umumnya cushion mengandung SPF yang berfungsi sebagai pelindung kulit dari sinar matahari. Selain itu, selayaknya kosmetik asal Korea Selatan lainnya, cushion juga menghasilkan efek glowing atau dewy.

Kemudian sekilas mengenai MUFE, produk MUFE memang terkenal oke-oke banget mulai dari setting spray, foundie, loose powder, dsb. Banyak banget yang naksir dan cocok sama MUFE. Produknya juga termasuk produk make up branded yang banyak dicari dan digunakan make up artist. Pas lihat Cushion MUFE, aku penasaran dan langsung cari produknya di Sephora Online. Sayangnya cushion-nya lagi gak ada stock kalau gak salah, tapi karena aku penasaran banget, jadi aku beli refillnya.

Klaim dari UV Bright Cushion MUFE adalah

"This 3-in-1 foundation provides a bright luminous finish, intense hydration thanks to the “Moisture Duo Complex” and SPF 35 protection. UV BRIGHT CUSHION combines the coverage benefits of a lightweight, liquid foundation with the convenience and ease of a portable compact. Feels cool and weightless with a watery fresh formula encapsulated in the cushion sponge. Coverage can be customized for a flawless finish effect. Skin looks dewy, bright and healthy, and feels fresh and hydrated." (Source: Sephora)

Yang diklaim adalah hasil yang glowing, dewy, dan kulit sehat. UV Bright Cushion ini juga mengandung  SPF 35.

MUFE UV Bright Cushion Sponge yang Berpori-pori Besar

Penampakannya sama dengan cushion lain. Jenis cushion dengan pori pori yang besar. Pas aku beli cuma ada 3 shade, yaitu marble, ivory, dan warm ivory kalau gak salah. Karena takut terlalu terang dan terlalu gelap, maka aku pilih shade ivory. Tapi ternyata, shade ini terlalu terang buat aku. Kabar baiknya, sekarang di Sephora ada 5 shade untuk cushion dari MUFE ini, jadi kamu bisa pilih shade yang sesuai dengan warna kulit kamu. Kalau kulit kamu cenderung kuning atau kecokelatan, lebih baik kamu pilih warna yang lebih gelap dari ivory ya. Ini shade-nya di wajahku.

Di bagian kiri wajahku sudah mengguanakan UV Bright Cushion MUFE, bagian kanan belum.

Sudah menggunakan UV Bright Cushion di seluruh wajahku

Efeknya glowing dan dewy di wajah, selayaknya produk asal Korea Selatan. Tapi hasil glowing-nya bukan berarti jadi terlihat seperti kinclong atau kilang minyak banget, ya, ala ala kulit sehat gitu kok.
Meskipun berefek glowing, cushion ini nggak memberikan efek lengket di kulit wajah aku dan ringan banget juga, kayak berasa cuma pakai pelembab di kulit. Untuk coverage-nya low to medium. Aku rasa agak sulit juga untuk di-build ke high. Karena aku udah coba nge-build cushion ini untuk menutupi kantong mata dan bekas jerawatku, namun hasilnya tetap saja kelihatan.

Kalau kulit kamu berminyak banget, aku saranin kamu gunain primer dulu sebelum menggunakan cushion ini. Setelahnya, kamu juga wajib menggunakan loose powder. Karena di kulit wajah aku yang normal cenderung berminyak, lumayan bikin kulit wajah aku minyakan setelah pemakaian 4-5 jam di luar ruangan.

Aku udah gunain cushion ini beberapa kali dan cocok cocok aja. No breakout or cakey. Aku memang udah yakin sama kandungan produknya MUFE, sih, pasti aman karena harganya cukup buat dompet aku menangis.

Aku rekomendasiin banget cushion MUFE ini buat kamu yang suka make up Korea Selatan, yang glowing dan natural. Cushion MUFE ini juga cocok buat kamu yang pengen buat no make up look atau buat kamu juga yang pengen make bb cream tapi gak perlu ngotorin tangan, pake brush, atau pake sponge tambahan. Cushion ini memang mempersingkat waktu make up banget, menurut aku, karena sekali tap uda cukup banyak yang nempel di wajah. Aku pribadi selalu bawa cushion MUFE di tas aku, untuk retouch atau sebagai concealer pas touch-up alis.

Kesimpulannya untuk UV Bright Cushion dari MUFE ini adalah.

Kelebihan: ringan, cocok buat kamu yang suka hasil glowing/dewy/natural/ala ala Korea Selatan, gak lengket, no breakout, no cakey, simple dan mudah digunakan.

Kekurangan: kurang cocok buat kamu yang suka tampilan matte, coverage low-medium dan gak bisa dibuild ke high, lumayan mahal tapi worth to try kok!

Repurchased? Aku akan berpikir keras untuk menjawab hal ini, karena aku sebenarnya lebih suka dengan foundie yang matte dan bisa dibuild ke high coverage (karena kantung mataku besar dan bekas jerawatku banyak :( ). Tapi aku penasaran juga coba cushion dari brand lain.

Sekian dulu ya review dari aku soal UV Bright Cushion dari MUFE.
Adakah dari kalian yang sudah mencoba dan punya pendapat yang berbeda? Jangan ragu untuk sharing di comment, ya, karena hasil / efek sebuah produk di setiap orang bisa berbeda-beda loh. :) Sampai ketemu di postingan aku selanjutnya.

With love,

Novia
Halo semua :)

Gimana kabarnya?

Demam matte lip liquid emang belum selesai mewabah Indonesia ya. Sampai akhirnya, salah satu brand internasional, yaitu The Body Shop (TBS)  juga ikutan ngeluarin produk matte lip liquid. Aku cukup tertarik dengan produk ini, karena ini TBS yang ngeluarin. Produknya The Body Shop oke oke dan mudah banget ditemuin di Indonesia. Apalagi brand ini juga punya campaign-campaign yang down to earth banget, yang menjadi nilai lebih dari brand ini.

Aku dan The Body Shop Lip Liquid

Ada 8 shades matte lip liquid yang masuk ke Indonesia, yaitu Cali Gerbera, Nairobi Camellia, Sydney Amaryllis, Goa Magnolia, Paris Peony, Tokyo Lotus, Tahiti Hibiscus, dan Crete Carnation. Kalau di internasional shade-nya lebih banyak. Tapi unik banget sih TBS menamai masing-masing shade dengan paduan nama kota dan bunga di dunia. Kali ini aku akan review matte lip liquid dengan shade Crete Carnation. Aku pilih shade ini, karena shade ini paling nude di antara semua shade matte lip liquid TBS yang masuk Indonesia. Well, fyi aku lagi demam nude banget hehe. Harga dari matte lip liquid TBS ini IDR 129.000, kamu bisa beli di outlet-nya atau online di sini.

The Body Shop Matte Lip Liquid

Kalau dilihat dari kemasannya, menurut aku TBS matte lip liquid dikemas dengan cukup oke menggunakan bahan plastik yang kokoh berbentuk silinder. Warna tube-nya sesuai dengan shade. Tipe TBS banget yang simple. Matte lip cream ini juga tidak dikemas dengan box, melainkan dengan plastik yang langsung melekat di produk ini.

Aku suka banget sama aplikatornya. Karena pas untuk diaplikasikan ke bibir aku.

Aplikator TBS Matte Lip liquid, favorit banget :)

Lalu kita masuk ke teksturnya. Teksturnya menurut aku creamy dan gak encer sama sekali. Jadi pas pertama kali diusap ke bibir gak ada tuh yang namanya bleber-bleber. Saranku matte lip cream ini lebih baik diaplikasikan sekali saja, karena sekali oles udah keluar banget warnanya.
Meskipun begitu, lipstick matte TBS ini buildable kok dan no cracking.

Hasilnya menurut aku bukan matte yang kering banget, ya velvet finish gitu, meski kalo dilihat dari luar tetep matte kelihatannya. Pas banget buat kamu yang punya bibir kering. Ringan juga di bibir. Aku suka banget karena kalo dilihat dari luar itu matte, tapi feelnya di aku sebagai pengguna gak kering.

Untuk shade Crete Carnation, hasilnya lebih nude peach gitu. Nude agak ngepink deh. Aku akan kasih swatch-nya di bawah ya.

Swatch di tangan aku

My Bare Lips

With TBS Matte Lip Liquid

Lalu ketahanan matte lip cream ini, menurutku so so aja. Menurut BA-nya pas aku tanya di outlet, matte lip liquid ini bisa tahan 5-6 jam kalau gak salah. Aku setuju dengan BA, tapi kondisi 5-6 jam kamu gak makan ya. Setelah makan matte lip cream ini bakal pudar, tapi bukan cuma yang tengah aja kok pudarnya, melainkan pudar merata dan akan terlihat natural. Dan menurut aku tetap butuh retouch setelah makan.

Jadi kesimpulan aku mengenai TBS Matte Lip Cream ini adalah.

Kelebihan: cukup terjangkau, pigmented, gak kering di bibir, gak patchy, buildable, ga crack di bibir.
Kekurangan: kurang tahan lama, tapi wajar karena memang hasilnya velvet finished, tapi kalo dilihat dari jauh tetap matte kok!

Repurchased? Yes! Bisa jadi alternatif matte lip liquid pas bibir aku lagi kering.

Sekian dulu ya review dari aku soal TBS Matte Lip Liquid. Adakah dari kalian yang sudah mencoba dan punya pendapat yang berbeda? Jangan ragu untuk sharing di comment, ya, karena hasil / efek sebuah produk di setiap orang bisa berbeda-beda loh. :)

Sampai ketemu di postingan aku selanjutnya.

With love,

Novia
Halo semua :)

Gimana kabarnya? Kali ini aku akan membahas mengenai matte liquid lipstick yang baru banget release, yaitu SASC. Another Indonesian product, yang branding-nya oke banget menurut aku.

Jadi, SASC merupakan singkatan dari Socially Aware Sexy Cosmetics. Socially Aware, yes SASC dalam penjualan produknya akan memberikan sebagian keuntungannya bagi komunitas-komunitas yang tergabung dalam memperjuangkan anak dan perempuan. Ini salah satu hal yang menarik buat aku karena mereka peduli, bahkan aksi sosial ini dicantumkan secara jelas di website-nya.

Selanjutnya, seperti beberapa brand baru asal Indonesia, SASC juga mempromosikan produknya melalui Instagram dan kita bisa membeli produk ini melalui website-nya. Ada 5 shade yang ditawarkan oleh SASC, dan shade-shade-nya diwakili oleh masing-masing beauty influencers di Instagram.

SASC Shades and Influencer

(dari kiri ke kanan) Ada shade Dazzling Deeds x Dita Soedarjo, Miraculous x Michelle Pangemanan, Antoinette x Anaz Siantar , Vivacious Vixen x Valencia Tanoe, dan Heroine x Harumips. Sebagian dari penjualan masing-masing shade ini akan diberikan kepada komunitas tertentu yang berfokus pada anak dan perempuan. What a goodwill, SASC! Salute.

Aku ikut pre order pertama dari SASC dan aku beli shade Antoinette x Anaz Siantar. Aku lagi demam nude, jadi ga perlu pikir panjang aku langsung beli shade yang ini. 1 liquid lipstick ini seharga Rp149.500,00. Ada paket bundling 5 shade-nya juga seharga Rp625.000,00.

Gak nyangka banget, paketnya cepet loh datengnya. Aku order Senin dan minggu depannya aku uda terima barangnya. Wow banget. Awalnya karena aku pikir pre order, mungkin bisa habis Lebaran sampainya. Paketnya dibungkus rapi dengan bubble wrap. Daan, packaging-nya niat banget. Gak kayak liquid lipstick matte yang lain, yang cuma dikasih kotak seukuran lipstick atau bahkan plastik aja. Ini dia packaging dari SASC.

Packaging SASC
Cute Package from SASC, the flower is mine :)

Oke banget yaa. Ada greeting card-nya juga yang say thanks buat beli dan pembelian ini akan didonasikan. Then, kita lanjut ke liquid lipstick-nya ya.

Kemasan liquid lipstick-nya dari plastik yang ringan banget menurutku. Bentuknya balok persegi panjang dengan tutup berwarna hitam. Untuk kuasnya, buat aku sendiri cukup nyaman. Lanjut ke tekstur SASC yang creamy cenderung ke cair. Tapi pas diaplikasiin ga bleber bleber kok. Pigmented banget, cukup sekali kuasan dan uda cantik banget di bibir.

Ini swatch SASC Ultimatte Liquid Lipstick shade Antoinette x Anaz Siantar.

di tangan aku
Shade SASC Antoinette x Anaz Siantar on my hand
Swatch SASC Antoinette x Anaz Siantar di Tanganku

ini bibir before (no lipstick)
My Bare Lips
My Bare Lips

after with SASC
My Lips with SASC
With SASC

Warnanya nude banget. Aku suka :)

SASC mengklaim lipstick-nya kissproof. Aku setuju, tapi kamu harus diemin dulu sekitar 10-20 detik, karena teksturnya yang cenderung cair.
Feel-nya ketika pake SASC adalah matte banget dan ringan tapi cenderung ke kering. Aku recommend banget buat kamu lipscrub dulu atau make sure bibir kamu lagi gak kering atau pecah-pecah. Aku pernah coba pake pas kondisi bibir aku kering dan agak pecah-pecah, hasilnya pecah-pecah di bibir aku keliatan jelas banget dan jadi gak rata di bibir.

Untuk ketahanannya lumayan oke. Tanpa makan berat bisa tahan 5-6 jam. Kalau dipake buat makan, dia akan pudar tapi merata kok pudarnya jadi tetap terlihat natural. Meski menurutku tetap butuh retouch.

Kesimpulannya menurut aku, kelebihan dari SASC Liquid Lipstick shade Antoinette adalah warnanya yang oke, cukup worth it dengan harganya, matte banget.
Untuk kekurangannya cukup kering di bibir, aku pribadi mungkin gak akan pake kalo kondisi bibir aku lagi kering.
Repurchased? Warnanya aku suka banget sih, maybe I will repurchase :) Aku juga penasaran sama shade Dazzling Deeds dan Heroine, mungkin aku akan coba juga dua shade itu.

Okay. I think it's enough :)

Thankyou udah luangin waktunya buat baca blog aku ya. Adakah dari kamu yang udah cobain SASC juga? Boleh banget share review kamu mengenai SASC di komentar. Efek make up di setiap orang bisa beda-beda loh, so don't be hesitate to share your review too. Dan ini adalah review sejujur-jujurnya berdasarkan experience aku gunain SASC beberapa kali.

See you at another post :)

Love,

Novia :)

Halo lagi semuanya. Udah mau libur Lebaran yaa sebentar lagi. Pada mudik? Atau ada juga yang pergi jalan-jalan bersama keluarga atau sahabat? Kalau kamu pengen jalan-jalan dan bingung mau ke mana, Surabaya bisa jadi tempat destinasi kamu. Di postinganku yang sebelumnya aku share beberapa tempat yang aku kunjungi di Surabaya pada Maret 2017 kemarin. Kali ini, aku mau lanjut ceritain beberapa tempat lain yang aku kunjungi di Surabaya. Semoga bisa jadi inspirasi destinasi wisata kamu ya :)

Kenjeran 

Dapet rekomendasi dari temen untuk datang ke Kenjeran. Ada temen yang bilang Kenjeran biasa aja, ada juga yang bilang bagus. Berhubung tempatnya tidak begitu jauh dari hotel, aku akhirnya main ke Kenjeran. Wisata Kenjeran ada dua ternyata, yang pertama Pantai Ria di mana kamu bisa menikmati pantai dan pemandangan Jembatan Suramadu. Kemudian ada Kenjeran Baru yang terdapat wahana permainan. Aku datang ke Kenjeran Baru. Tiket masuknya cuma Rp5.000,00 per orang kalau gak salah. Tapi jalan dari loket tiket ke dalemnya jauh banget. Modelnya kayak Ancol gitu tempatnya. Jadi di sepanjang jalan ada beberapa lokasi yang bisa dikunjungi. Aku dateng pas weekdays dan sore, jadi sepi banget tempatnya. Kanan kiri jalannya ada pohon-pohon gitu, yang kata orang sana suka dijadiin tempat orang pacaran. Lokasi pertama yang aku datengin adalah Ken Park. Tempat ini memang belum jadi dan diperkirakan akan dibuka untuk umum pertengahan 2017 atau 2018 mendatang. Konsepnya adalah wahana air, kayak Atlantis gitu. 

Ada Patung di Depan Ken Park

Selanjutnya aku ke Pagoda Tian Ti yang artinya Langit Bumi. Pagoda ini merupakan duplikat dari Pagoda Tian Ti di Beijing. Besar dan cat luarnya kalau dilihat dari jauh masih bagus, tapi pas dideketin ternyata ada beberapa coretan piloks bekas vandalisme gitu. Sayang banget deh. Padahal bagus banget loh buat foto-foto. Dalemnya juga pas aku intip dari jendela terkesan tidak rapi dan berdebu. Di sekitar pagoda ini ada taman yang pohonnya jarang-jarang gitu. Harus hati-hati kalau jalan di tamannya karena banyak kuda hilir mudik dan ada banyak kotorannya juga. 

Aku dan Pagoda Tian Ti

Setelah puas berfoto-foto di Pagoda Tian Ti, aku melanjutkan perjalanan ke Klenteng Sanggar Agung. Perjalanannya cukup jauh dari Pagoda Tian Ti. Di sepanjang jalan, ada beberapa penjual makanan. Saranku buat Kenjeran, penjual makanan di sepanjang jalan lebih baik dirapikan kiosnya, sehingga pengunjung lebih tertarik untuk makan di sana. Kenjeran Baru sebenarnya masih terhubung dengan Pantai Ria di Kenjeran Lama. Sepanjang perjalanan menuju Klenteng Sanggar Agung, berasa banget sepoi-sepoi angin laut dan gemericik air laut. Pantai Ria bukanlah pantai dengan pasir putih atau air yang bening, jadi kamu tidak akan menemui pantai dan air laut seperti di Tanjung Lesung atau Bali. Akhirnya sampai juga di Klenteng Sanggar Agung. Klenteng ini seringkali digunakan oleh umat Buddha untuk beribadah, namun wisatawan juga diperbolehkan untuk mengunjungi tempat ini. Di belakang klenteng, terdapat patung Dewi Kwan Im yang sangat besar dengan tinggi 20 meter. Patung ini berada tepat di tepi laut dan megah banget menurut aku. Kalau ke Kenjeran Baru kamu harus ke sini deh. 

Patung Dewi Kwan Im Setinggi 20 M

Selanjutnya tepat di seberang Klenteng Sanggar Agung, terdapat Patung Buddha 4 Wajah, seperti di Thailand. Tempat ini juga bisa digunakan sebagai tempat sembayang ataupun berwisata. 

Patung Buddha 4 Wajah

Kalau kamu tipe yang suka jalan-jalan sambil foto-foto, kamu bisa banget ke Kenjeran. Tapi kalau kamu tipe adventurer yang hobby main atau nongkrong aku kurang recommended untuk kamu ke Kenjeran. Kecuali nanti ya, pas Ken Park-nya udah buka, mungkin kamu akan happy main di sana :)

Surabaya North Quay 

Nah, ini termasuk tempat ala ala baru di Surabaya. Aku ke sini juga karena rekomendasi dari temanku. Awalnya aku pikir ini semacam resto di kapal gitu, pas lihat foto-foto orang di IG. Tapi ternyata, pas ke sana, ini tuh pelabuhan Tanjung Perak! Lantai dua pelabuhan ini dibuka untuk umum. Ada semacam food court dengan beberapa food stall di sana. Terus bagian yang paling hits-nya ada di balkon lantai 2. Pemandangannya pas banget ke tempat kapal-kapal berlabuh. Ini persis di pinggir laut abis, jadi berasa banget suasana dan sepoi-sepoi angin laut. Karena aku dateng malem, gemerlap lampu di pelabuhan juga cantik banget. 

Lampunya Cantik Banget

Pemandangan kapal besar yang kurang familiar buat aku pun menjadi salah satu yang spesial. 

Kapalnya Besar

Ternyata tempat ini paling cantik didatengin pas sebelum sunset, karena pemandangan sunset-nya cantik banget (menurut artikel di Google). Surabaya North Quay sudah mulai eksis sejak 2016 lalu. Aku cukup rekomendasi tempat ini buat kamu yang suka foto, tapi pas sore menjelang malem aja ya, karena gemerlap lampunya cantik banget. Kurang kebayang kalau siang-siang tanpa lampu gimana. Tempatnya memang gak gimana-gimana sih, kalau kamu yang kurang suka dengan angin laut atau foto-foto, mungkin kalian bakal kurang suka tempat ini ya. Aku sendiri, mungkin kalau fasilitasnya masih sama, tidak akan ke sini lagi untuk berwisata (kecuali kalau aku harus naik kapal dari Tanjung Perak ya). Tapi aku ancungin jempol banget buat Surabaya yang bisa aja memanfaatkan space di Tanjung Perak jadi tempat eksis ala ala kayak gini. 

Well, ini part terakhir dari kunjungan aku ke Surabaya bulan Maret kemarin. Beberapa orang bilang, ngapain ke Surabaya, panas, ngikutin Jakarta isinya mall doang, gak ada tempat wisatanya. Eitts kamu salah banget, banyak banget loh yang bisa dieksplorasi di Surabaya. Masih ada beberapa taman yang belum dan ingin kukunjungi di Surabaya. Penasaran, mau ke Kenjeran Lama juga. So, buat kamu yang belum pernah ke Surabaya, kota ini bisa banget jadi tujuan wisata kamu :)

See you at another post :)

with love,

Novia
Halo semua, gimana kabar kalian? Ada yang udah mulai jenuh sama kerjaan atau tugas? Nah, kalian butuh liburan nih. Di postingan kali ini aku mau share liburan aku di Surabaya bulan Maret lalu. Ada beberapa tempat di Surabaya yang cukup asik dan berkesan buat aku. Bisa buat referensi kamu juga loh ☺
Food Junction Grand Pakuwon
Food Junction ini berada di wilayah Surabaya Barat tepatnya di daerah Tandes Margomulyo. Ini area food court yang cukup besar menurut aku. Tempat makannya pun besar dan indoor dengan langit-langit yang tinggi. Tanpa AC! Tapi cukup adem meskipun pas aku ke sana Surabaya lagi terik banget. Food Stall-nya lengkap ada cwie mie, siomay, pempek, fried chicken, bebek goreng, thai tea, dan sebagainya. Kurang lebih food stall-nya gak jauh beda sama yang ada di mall.
Di area outdoor-nya yang juga luas, dibuat danau buatan dan dibangun beberapa wahana permainan seperti taman lampion, kereta kelinci, bumper boat, sepeda air, merry go round, dsb. Untuk wahana ini permainan ini baru dibuka pk. 17.00 WIB. Tiket permainannya seharga Rp5.000,00 s.d. Rp25.000,00 per wahana. Sayang, aku ke sana pas siang sekitar pk. 11-an (pas baru buka banget) jadi aku ga bisa main deh.
danau buatan bebek bebekan grand pakuwon food junction
Danau Buatan dan Bebek-bebekan Grand Pakuwon Food Junction
Bianglala Grand Pakuwon Food Junction
Kesanku untuk Food Junction Grand Pakuwon sebagai pendatang, tempatnya cukup modern, mungkin seperti mengambil konsep pasar malem tapi dibuat lebih rapi dan kekinian. Tapi aku sedih banget, pas tau kalo gak boleh main kartu uno di sana. Awalnya mau hangout agak lama di situ sama temen-temen. Pas mau main uno buat killing time, ada satpam nyamperin kami dan bilang kalau gak boleh main kartu. Ini agak kurang sesuai sama konsep mereka sebagai tempat hangout gitu sih, karena café zaman sekarang aja justru menyediakan board games untuk digunakan secara umum. Setauku kartu remi yang gak boleh dimainkan di depan umum.
Taman Sakura Keputih
Salah satu hal yang terpikir mengenai Surabaya sekarang adalah Bu Risma, walikotanya yang oke banget. Salah satu programnya yang eksis adalah pembuatan taman atau penghijauan di Surabaya. Nah, sebelum ke Surabaya aku udah mencari taman di sekitar hotel yang bisa aku kunjungi, dan aku menemukan Taman Sakura Keputih.
Taman ini terletak di daerah Keputih, Sukolilo. Pas awal dateng, tempatnya sepi banget, tapi mata rasanya langsung segar karena banyak tanaman hijau-hijau dan bunga-bunga yang tumbuh. Bikin makin penasaran buat menelusuri taman ini.
Ternyata taman ini luas banget dan dibagi ke beberapa bagian. Beberapa di antaranya adalah Taman Sakura  dan Hutan Bambu. Di Taman Sakura ada banyak bunga-bunga yang warna warni. Ada juga tempat untuk bermain yang isinya ada perosotan, dll.
Salah Satu Spot di Taman Sakura
 
Terus ada Hutan Bambu. Ini tempatnya ala ala banget sih, kanan kirinya banyak tanaman bambu-bambu gitu. Tapi harus hati-hati kalau ke bagian ini karena banyak ulet bulunya. Ulet-ulet ini pada ngumpet di bawah batu, jadi hati-hati kalau kamu mau pindahin atau menggeser batu ya.
Hutan Bambu
Terus aku coba jalan ke area lain. Tapi tempatnya ternyata belum sebagus area sebelumnya. Awalnya pas aku ke sana, aku pikir tempat ini rusak karena tidak terawat. Namun, setelah lihat-lihat artikel di Google, ternyata taman ini memang belum 100% jadi. Tapi aku baca artikel-artikelnya udah dari tahun 2015. Sayang banget kalau aku datang bulan Maret 2017 tapi belum ada perkembangan lagi. Padahal tempat ini potensial banget loh. Pas pertama kali ke sini udah amazed karena tamannya luas banget, beda banget sama di kotaku, Tangerang, yang tamannya dibuat di corner-corner kecil atau memanfaatkan ruang kecil di tengah jalan raya. Tapi tetep salut, pas tau taman ini ternyata sebelumnya adalah TPA sampah. Semoga  pembangunan Taman Sakura Keputih ini cepet beres deh ya. Siapa tau next ke Surabaya lagi aku bisa mampir dan lihat sesuatu yang baru di sini ☺

Sebenarnya masih ada beberapa tempat lagi yang aku hampiri di Surabaya, tapi kali ini aku share 2 tempat ini dulu ya. Soon aku akan post yang part 2-nya ya :)

See you at another post :)

with love,

Novia
Signage Launching Rollover Reaction Flushed! 2017
Signage Rollover Reaction di Plaza Indonesia

Halo semua, kemarin aku baru aja ikutan launching produk barunya Rollover Reaction di Plaza Indonesia.

Sedikit info mengenai Rollover Reaction (RR), ini adalah brand asal Indonesia yang release pada Maret 2016 lalu. Ini termasuk brand yang bagus menurut aku, dari branding-nya yang oke banget dengan warna pastel yang konsisten, sampe sekarang pun mereka masih pake warna pastel yang sweet banget. Produk Rollover sebelumnya adalah lip and cheek cream yang ngehits karena memang produknya bagus dan gak kalah sama lip cream internasional.

Dan kali ini, RR release produk barunya yang bernama Flushed! Produk ini masih berupa lip and cheek cream, yang berbeda adalah kuas dari lip and cheek cream ini berbentuk brush. Ini unik banget sih, tapi di blog aku kali ini aku akan membahas event Launching Prosuct-nya dulu ya. Soon aku akan cobain dan review produknya buat kalian :)

Flushed Rollover Reaction
Source: https://www.instagram.com/rollover.reaction/

Product Launching RR diadain di Pop Up Store Plaza Indonesia, lv. 4. Event ini kalau gak salah *yang aku kepoin dari Instagram-nya RR* dimulai dari Jumat, 9 Juni 2017. Di hari pertama launching-nya, RR mengundang beauty enthusiast beberapa di antaranya ada Minyo, Nadya Aqilla, Sanlyliuu, Michimomo, dll.

Oh, ya sebelum launching acara ini, RR juga kasih teaser dan giveaway mengenai Flushed! di Instagramnya. Dan, pas aku dateng pada Sabtu, 10 Juni 2017, Pop Up store-nya RR rame banget. Antrean giveaway-nya panjang banget sama juga kayak antrean kasirnya yang juga panjang (termasuk aku yang antre juga haha).

Aku akuin branding RR emang oke banget, pas hari aku dateng, pembagian giveaway harusnya cuma 100pcs untuk 100 orang yang pertama kali antre, tapi karena yang antre sekitar 200an, RR kasih lagi loh ekstra 100 pcs produk barunya for free ke 100 orang yang telat ngantre. Belum lagi, RR juga bagi-bagi voucher IDR 50.000 pas launching kemarin dan hari ini (11 Juni 2017). Well, you have my attention a lot, RR! #supportlocalproduct

Untuk suasana Pop Up Store RR di PI sesuai banget sama brand-nya dengan theme color nude pastel yang minimalis banget. RR berhasil nyulap Pop Up Store-nya menjadi 5 bagian, pertama di bagian kanan ada booth untuk nyobain produknya RR, gak cuma produk baru, ada juga produk lamanya RR di situ. Pas aku ke sana rame banget di bagian ini, jadi aku gak bisa foto karena isinya orang semua.

Terus di sebelah bagian tadi ada kasir yang diikuti antrean pembelian produk.

Sebelahnya lagi, agak ke belakang ada photobooth atau disebut Wall of Fame. Kita bisa foto 3 pose dengan atribut yang udah disediain, nanti akan dicetak 2 lembar, masing-masing lembar ada 3 pose kita. Salah satu cetakannya ditempel di sebuah buku yang uda disediain dan kita bisa nulis kesan pesan buat RR.

Photobooth Launching Rollover Reaction Flushed
Fotoku di Photobooth RR Flushed! Launching

Terus kita balik lagi ke bagian depan, tepatnya di sebelah kiri, ada spin wheel. Terus di sebelahnya ada display products-nya RR. Nuansa pastel nude-nya tuh menarik pandangan banget deh. Lumayan banyak yang foto-foto di bagian sini.

Spin Wheel Launching Rollover Reaction Flushed
RR Spin Wheel

Rollover Reaction Flushed Lip Cheek Cream
Display Desk

Product Launching RR masih berlangsung hari ini (11 Juni 2017), dan aku lihat hari ini pun RR masih bagi-bagi voucher IDR 50.000.

Rollover Reaction Flushed Lip Cheek Cream
These are what I get :)

Gambar di atas adalah barang-barang yang aku dapet. Dari kiri atas ada gantungan kunci yang kalo dibalik ada cerminnya, sampingnya ada Flushed! shade Thulian, sebelahnya lagi itu stiker yang gemes banget deh. Jadi inget stiker koleksi zaman dulu gitu hehe. Terus di barisan kedua di bagian kiri itu baliknya ada postcard, sebelahnya kayak popcake gitu, cantik deh popcake-nya, isinya brownies dan lumayan juga rasanya.

Salute banget sama brand Indonesia yang satu ini, pesanku yang sama kayak aku tulis di buku Wall of Fame adalah Go International ya RR!

Sekian dulu blog aku hari ini. See you at another post :)

with love,

Novia

Thulian Review Paloma Swatch penny review orla umma review maxwell